Tuesday, May 21, 2013

BAHAGIANYA KEMARIN

Begitu Banyak hal yang indah saat di alami semenjak duduk di bangku SMA. Ketika kita bisa bercanda berduka, suka terasa begitu indah. dan keindahan itu tiba disaat kita merenungkannya pada kesunian. Beribu kata terucap ketika kita bersama mereka. Berjuta rasa mengalir dalam darah. Milyaran kenangan yang tak dapat lagi terhitung ketika kita sadar barhwa semuanya telah kita lewati ketika itu. Senyum adalah kebahagiaan yang cepat tiba di hati. ketika kita melontarkan senyuman kepada orang lain dan sekejap kebahagiaan itu akan sampai kepadanya. itulah langkah agar kita mendapatkan seribu kata, sejuta rasa, milyaran kenangan dalam memori catatan kehidupan.

Hari ini adalah langkah awal saya melanjutkan tulisan yang sempat vakum. saya pernah melihat film remaja dengan judul Radio Galau FM, disitu saya merekan satu kalimat yang iducapkan oleh Dimas Anggara yang menceritakan tentang terganggunya ia dalam melanjutkan menulis denan alasan "GALAU". itu mungkin bisa menjadikan alasan mengapa saya tidak menulis akhir-akhir ini. dengan sadar alasan itu memang masuk dengan kevakuman seseorang dalam menulis. meskipun sebagian orang mengatakan ketika galau bisa menjadi inspirasi dalam menulis. tapi menurut saya ketika saya galau, saya lebih baik diam memikirkannya sendiri dan menyelesaikannya sendiri. ketika sudah merasa nyaman, saya nulis. mungkin karena saya orang introvert kali yah kerjaannya memikirkan dalam fikirannya sendiri. ya tapi alasan saya orang introvert menurut saya itu baik. karena dengan pemusatan pikiran dalam dirinya, dirinya bisa lebih mendalami permasalahan yang sedang dialaminya dalam artian dia bisa memasuki sekaligus menyelesaikan masalah sampai dalam. mungkin seperti itu sedikit penjelasan introvert.

Kembali, ketika saya tidak menulis padahal banyak sekali kegiatan dan kisah yang penting yang perlu di catat dalam catatan sejarah. tapi ketika itu semangat saya dalam menulis sedang menurun, karena tadi, galau.galaunya adalah saya sedang dihadapkan dengan beberapa persoalan sekaligus sehingga pemikiran saya belum bisa terbagi untuk menyelesaikannya satu per satu. saya berapologi kepada diri saya sendiri, butuh waktu yang pas untuk menulis.

Namun malam ini saya buktikan dan menghancurkan omong kosong saya mengapa tidak menulis. malam ini saya sadar, sebenarnya kapanpun dan dimanapun kita bisa menuangkan ekspresi kita dalam bentuk apapun termasuk menulis. jadi malam ini sebenarnya pembantaian akan rasa malas dalam diri saya dalam melanjutkan menjadi seseorang yang bisa mengasah kemampuan dirinya untuk meletakan sesuatu yang berharga utnutk dirinya dalam Catatan Kehidupan.

No comments:

Post a Comment